Laporan Akhir Kajian Penerapan Irigasi Hemat Air 2015 Tanggal Laporan : 01/12/2015
Komponen Informasi Detail
Lokasi Kegiatan

Bekasi

Kelompok Output Program Litbang
Output Kegiatan

Model Sistem Optimalisasi Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT)

Komponen Output

Prototip Pengembangan Jaringan  Irigasi Air Tanah Berbasis Pompa Air Tenaga Surya dan Irigasi Hemat Air.

Tim Pelaksana

Ketua Tim                        : Dadang Ridwan, ST, MPSDA

Pengendali Program     : Guntur Safei, ST

Pengendali Teknik        : Aditia Prihantoko, ST

Anggota                           : Dadan Rahmandani,ST

Dewi Agustina A,SP

Nurchoiri,ST

Agus Setianto, B.Sc.

Ratna Manik Pratiwi , ST

Teguh Pamungkas, ST

Djamburi

Endang Supriatna

Ngadiyanto, A.Md.

 

Deskripsi Kegiatan

Air tanah telah memberikan kontribusi yang besar bagi peningkatan produksi pertanian terutama pada musim kemarau, melalui pembangunan jaringan irigasi air tanah (JIAT). Pengembangan air tanah menjadi sebuah solusi untuk membantu para petani lokal mewujudkan pertanian sepanjang tahun dengan memanfaatkan sumber daya air tanah melalui Decentralized Irrigation System Improvement Project in Eastern Region of Indonesia, (Soetrisno.2006)

Sejak dasa warsa 70an, JIAT telah banyak dikembangkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, dan telah tersebar hampir di seluruh provinsi. Namun khususnya di beberapa wilayah dengan karakteristik lahan yang mempunyai porositas tinggi, JIAT yang telah dibangun belum termanfaatkan secara optimal dikarenakan tingginya biaya operasi dan pemeliharaan (Balai Irigasi , 2009).

Petani umumnya menggunakan JIAT dengan sistem irigasi konvensional (irigasi genangan) menyebabkan konsumsi air cenderung boros dan tingginya biaya operasi irigasi. Hasil usaha tani, menjadi tidak sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan oleh petani, yang pada akhirnya pemanfaatan sistem JIAT dengan sistem irigasi konvensional menjadi kurang optimal.

Kajian penerapan irigasi hemat air,  untuk menghasilkan suatu model sistem optimalisasi pengelolaan JIAT sangat diperlukan oleh para pemanfaat JIAT di daerah. Melalui model sistem ini diharapkan mampu mengoptimalkan JIAT yang telah dibangun serta mendorong peningkatan produktivitas lahan guna mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Kegiatan yang diusulkan ini merupakan bagian dari kegiatan terintegrasi Pusat Litbang Sumber Daya Air dalam mendukung terwujudnya teknologi terapan untuk mendukung teknologi irigasi hemat air.  Pemanfaatan sumber daya air sebagai media dan materi dengan prinsip penghematan,

keberlanjutan, penggunaan saling menunjang, pengalokasian, pemeliharaan, pemantauan, evaluasi dan pengembangan, penentuan biaya pengelolaan ditunjang oleh kelembagaan yang handal serta pencegahan konflik kepentingan dalam penggunaan air secara spasial dan temporal. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang masih terkait dengan kegiatan litbang optimalisasi JIAT menggunakan irigasi sprinkler, yang pernah dilakukan oleh Balai Irigasi pada tahun 2006 – 2009.

Untuk mendukung renstra 2015 – 2019 , rencana kegiatan kajian penerapan irigasi hemat air akan dilakukan dari mulai tahun 2015 sampai dengan tahun 2018. Tahun 2015 merupakan kegiatan penelitian dan pengembangan (Litbang) yang lebih difokuskan pada kajian penerapan sistem irigasi mikro dalam hal ini irigasi tetes pada sistem jaringan irigasi air tanah (JIAT), dengan pengembangan sistem pompa air berbasis tenaga surya (solar cell). Kegiatan litbang ini diharapkan dapat menjadi percontohan pengembangan sistem JIAT yang hemat air, yang selama ini sebagian besar pemanfaatan JIAT yang ada masih kurang optimal, disebabkan selain penggunaan air yang masih cenderung boros juga karena sistem penggerak pompa JIAT masih berbasis bahan bakar minyak, menyebabkan biaya operasi irigasi menjadi tinggi.  Target output kegiatan untuk tahun ini adalah berupa Model Sistem Optimalisasi JIAT.  Tahun 2016, merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan TA.2015, yang akan menitik beratkan pada sistem pengelolaan irigasi mikro, dimana keberhasilan pengelolaan irigasi mikro dipengaruhi salah satunya oleh kesiapan petani, terutama dalam hal modal usaha tani. Target output dari kegiatan lanjutan ini adalah dapat menghasilkan Model Sistem Jaringan Irigasi Mikro Berbasis Corporate Farming, sebagai bahan masukan dalam pengelolaan irigasi mikro. Pada Tahun 2017, kegiatan penerapan irigasi hemat air ini diarahkan pada penerapan sistem irigasi bawah permukaan (sub-surface) yang secara teoritis penggunaan airnya jauh lebih hemat dibandingkan dengan sistem irigasi permukaan, karena dapat menekan kehilangan air akibat penguapan (evaporasi). Disamping itu kegiatan TA. 2017 juga akan melakukan penyusunan Naskah Ilmiah Tinjauan Nilai Efisiensi irigasi pada Kriteria Perencanaan Irigasi. Tahun 2018, merupakan akhir dari rangkaian kegiatan Kajian Penerapan Irigasi Hemat Air, dengan output berupa masuk  Naskah Kebijakan Penerapan Irigasi Hemat Air, masuk dalam kelompok Teknologi Terapan yang menunjang Teknologi Irigasi Hemat Air.

Lampiran File https://irigasi.info/wp-content/uploads/2021/06/Laporan-Akhir-Kajian-Penerapan-Irigasi-Hemat-Air-2015.doc
https://irigasi.info/wp-content/uploads/2021/06/Executive-Summary-Kajian-Penerapan-Irigasi-Hemat-Air-2015.pdf
https://irigasi.info/wp-content/uploads/2021/06/Model-Sistem-Optimasi-Kajian-Penerapan-Irigasi-Hemat-Air-2015.pdf
https://irigasi.info/wp-content/uploads/2021/06/Komponen-Output-Uji-Coba-Kajian-Penerapan-Irigasi-Hemat-Air-2015.doc