Laporan Akhir Kajian Penerapan Irigasi Hemat Air Tanggal Laporan : 1 Desember 2015
Komponen Informasi Detail
Lokasi Kegiatan

di Daerah Irigasi JIAT Desa Bedingin, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo Jawa Timur, tepatnya pada koordinat : 7° 58.581 LS dan 111° 29.540 BT.

Kelompok Output Ketahanan Air
Output Kegiatan

Air tanah telah memberikan kontribusi yang besar bagi peningkatan produksi pertanian terutama pada musim kemarau, melalui pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT). Sejak dasa warsa 70an, JIAT telah banyak dikembangkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktoat Jenderal Sumber Daya Air, dan telah tersebar hampir di seluruh provinsi, namun dalam penerapannya masih belum optimal.
Tujuan dari kegiatan litbang ini adalah melakukan kajian penerapan irigasi hemat air dalam rangka menghasilkan model sistem optimalisasi JIAT Non Padi, untuk mendukung program revitalisasi JIAT yang telah dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Hasil kegiatan disimpulkan bahwa total kehilangan energi di jaringan dari mulai pompa sampai dengan lahan terjauh adalah sekitar 74,17 m dengan kebutuhan tenaga penggerak pompa sekitar 15,07 KW, termasuk power starter. Panel solar cell dirancang menggunakan modul PV 300 wp, sejumlah 51 unit, dan membutuhkan area untuk pemasangan modul PV sekitar 120 m2. Daya output rata-rata yang dihasilkan dari sistem pompa JIAT yang dikembangkan adalah sekitar 4.452,9 watt, dengan debit 11,3 L/s. Efisiensi penggunaan air berdasarkan produktivitas air berkisar 60-92%.
Laporan Akhir Final Ags 2016

Komponen Output

Prototip Pengembangan Jaringan Irigasi Air Tanah Berbasis Pompa Air Tenaga Surya dan Irigasi Hemat Air.

Tim Pelaksana

Ketua Tim : Dadang Ridwan, ST, MPSDA
Pengendali Program : Guntur Safei, ST
Pengendali Teknik : Aditia Prihantoko, ST
Anggota : Dadan Rahmandani,ST
Dewi Agustina A,SP
Nurchoiri,ST
Agus Setianto, B.Sc.
Ratna Manik Pratiwi , ST
Teguh Pamungkas, ST
Djamburi
Endang Supriatna
Ngadiyanto, A.Md.

Deskripsi Kegiatan

Air tanah telah memberikan kontribusi yang besar bagi peningkatan produksi pertanian terutama pada musim kemarau, melalui pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT). Sejak dasa warsa 70an, JIAT telah banyak dikembangkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktoat Jenderal Sumber Daya Air, dan telah tersebar hampir di seluruh provinsi, namun dalam penerapannya masih belum optimal.
Tujuan dari kegiatan litbang ini adalah melakukan kajian penerapan irigasi hemat air dalam rangka menghasilkan model sistem optimalisasi JIAT Non Padi, untuk mendukung program revitalisasi JIAT yang telah dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Hasil kegiatan disimpulkan bahwa total kehilangan energi di jaringan dari mulai pompa sampai dengan lahan terjauh adalah sekitar 74,17 m dengan kebutuhan tenaga penggerak pompa sekitar 15,07 KW, termasuk power starter. Panel solar cell dirancang menggunakan modul PV 300 wp, sejumlah 51 unit, dan membutuhkan area untuk pemasangan modul PV sekitar 120 m2. Daya output rata-rata yang dihasilkan dari sistem pompa JIAT yang dikembangkan adalah sekitar 4.452,9 watt, dengan debit 11,3 L/s. Efisiensi penggunaan air berdasarkan produktivitas air adalah berkisar 60-92%.
Laporan Akhir Final Ags 2016

Lampiran File https://irigasi.info/wp-content/uploads/2021/03/DATA-PENELITIAN-PONOROGO-2.xlsx
https://irigasi.info/wp-content/uploads/2021/03/plot4-Model-scaled.jpg