(021) 8801345
Senin - Jumat: 8.00 - 17:00
Jl. Cut Meutia, Kotak Pos 147 Bekasi, Jawa Barat 17113
Laporan Akhir Pengembangan Alat Pembuka Pintu Air Portabel Tanggal Laporan : 01/12/2018
Komponen Informasi Detail
Lokasi Kegiatan

Bandung; Jakarta; DI Jatiluhur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Kelompok Output
Output Kegiatan

Rancangan pedoman operasian dan pemeliharaan alat pembuka portabel pintu air irigasi
disusun untuk memberikan panduan tata cara penggunaan dan pemeliharan alat pembuka
portabel pintu air yang dikembangkan oleh Balai Litbang Irigasi untuk membantu operasional buka tutup pintu air dan pemeliharaannya.

Rancangan pedoman ini disusun berdasarkan penelitian dan pengalaman yang telah dilakukan oleh Pusat Litbang Sumber Daya Air, yaitu oleh Balai Litbang Irigasi dengan melakukan rekayasa sistem pembuka pintu air portabel skala laboratorium pada tahun 2017 dan 2018. Rancangan pedoman ini diharapkan dapat dijadikan salah satu alternatif acuan penggunaan teknologi dalam pengoperasian pintu air. Penyusunan rancangan pedoman ini juga mengacu kepada sumber pustaka yang terkait.

Rancangan pedoman ini dipersiapkan gugus kerja Balai Litbang Irigasi, pada Sub Panitia
Teknis Sumber Daya Air yang berada di bawah Panitia Teknis Bahan Kontruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Tata cara penulisan disusun mengikuti PSN 04:2016 dan Rancangan pedoman ini telah
dibahas pada rapat konsensus di Bandung dengan melibatkan narasumber, pakar dan lembaga terkait.

Output Pintu Air Portabel_2018

Komponen Output
Tim Pelaksana

Ketua Tim Kegiatan  : Susi Hidayah, ST., MT
Pengendali Program : Wildatun Zakiyyah, S.Sos
Pengendali Teknik    : Hanhan Ahmad S., STP, M. Agr
Pelaksana                   : Tamam Muthahar, ST.
Hasna Soraya, S.TP
Nurokhman, ST
Solikhun
Wahyudiono
Radam
Wawan Juniawan

Deskripsi Kegiatan

Indonesia sebagai negara agraris memiliki kesuburan tanah yang sangat baik
untuk pertanian. Lahan-lahan subur yang terbentang di wilayah Indonesia
sebenarnya menjanjikan kondisi kehidupan yang layak dalam hal penyediaan
pangan. Namun yang menjadi permasalahan saat ini adalah ketergantungan
negara kita terhadap komoditi pangan dari negara lain masih besar. Untuk itu,
pemerintah saat ini sedang menggalakkan program swasembada pangan dengan
harapan kedepannya Indonesia sudah mandiri dalam mencukupi kebutuhan
pangan di negara sendiri (Pasandaran, 2007).

Dukungan terhadap program swasembada pangan nasional, yang dilakukan oleh
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut salah
satunya dengan melakukan upaya pelaksanaan operasi dan pemeliharaan irigasi
secara efektif dan efisien.

Pelaksanaan operasi irigasi diharapkan dapat memenuhi tuntutan modernisasi
irigasi dimana sangat diperlukan operasi irigasi terutama membuka dan menutup
pintu air dengan interval pengaturan yang makin pendek, dengan demikian
diperlukan inovasi terhadap sistem pembuka pintu yang memudahkan petugas
dalam operasi pintu irigasi.

Membuka dan menutup pintu bangunan irigasi merupakan salah satu kegiatan
utama operasi jaringan irigasi. Pekerjaan membuka dan menutup pintu saat ini
masih membutuhkan waktu yang lama dan dengan kondisi pintu yang berat.
Sebagian besar bangunan pengatur di jaringan irigasi khususnya pintu air
menggunakan tenaga manusia. Penggunaan peralatan elektromekanis hanya
ditempatkan pada pintu-pintu bangunan pengambilan utama. Keterbatasan
ketersediaan layanan listrik juga kerap kali tidak dapat menjangkau lokasi pintu
air.

Tantangan lain adalah jumlah petugas pintu dalam melayani operasi juga sangat
terbatas dibandingkan jumlah pintu air yang harus dioperasikan. Sesuai dengan
Permen PUPR Nomor 12/PRT/M/2015, secara ideal, Petugas Pintu Air (PPA)
diperlukan 1 orang per 3 – 5 bangunan sadap dan bangunan bagi pada saluran
berjarak antara 2 – 3 km atau daerah layanan 150 sampai dengan 500 ha. Saat ini
kondisi tersebut tidak dapat terpenuhi. Jumlah petugas semakin berkurang
sehingga semakin tidak proporsional dengan wilayah kewenangan jaringan irigasi.
Hal ini diduga dialami hampir di semua wilayah di Indonesia. Di sisi lain, tuntutan
pelayanan operasi pemberian air dalam sistem jaringan irigasi mengharuskan
kemudahan operasi pintu air tersebut. Permintaan operasi pintu air yang cukup
sering atau pada kondisi khusus misalnya pada kondisi banjir memerlukan waktu
eksekusi yang lebih cepat agar meminimalisir dampak keterlambatan operasi pintu
tersebut.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, petugas pintu air perlu mendapatkan
sarana yang mampu meringankan tugas operasi buka tutup pintu air. Guna
memudahkan operasi pintu air maka dilakukan pengembangan peralatan
elektromekanis yang portabel yang dapat dengan cepat dan mudah dibawa oleh
petugas secara berpindah, dan dapat digunakan untuk semua tipe mekanis pintu
air yang sama tipenya, lebih hemat dan tepat guna untuk mendukung Teknologi
Infrastruktur Irigasi.

Balai Litbang Irigasi telah melakukan rekayasa sistem pembuka pintu air portabel
skala laboratorium pada tahun 2017 yang diharapkan dapat dijadikan salah satu
alternatif teknologi dalam pengoperasian pintu air. Kegiatan ini masuk kedalam
teknologi terapan tahun anggaran 2018 dengan sasaran keluaran output berupa
teknologi alat bantu Portabel pembuka pintu air didukung dengan komponen
output berupa panduan teknis dan manual operasi alat bantu Portabel pembuka
pintu air.

Laporan Akhir Pintu Air Portabel 2010

Lampiran File https://irigasi.info/wp-content/uploads/2021/03/Lampiran-1-Capaian-Kegiatan-Pintu-Air-Portabel_2018-1.pdf
https://irigasi.info/wp-content/uploads/2021/03/Lampiran-2-Kurva-S-Pintu-Air-Portabel_2018-1.pdf