Penelitian Komponen Struktur Jarigan Irigasi 2015 Tanggal Laporan : 01/12/2015
Komponen Informasi Detail
Lokasi Kegiatan

Laboratorium Balai Irigasi dan Daerah Irigasi Bondoyudo di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Jember, Jawa Timur

Kelompok Output Teknologi Terapan
Output Kegiatan

Naskah Ilmiah Pengembangan Pintu Elektromekanis Kombinasi Aliran Atas dan bawah

Komponen Output

1. Pengembangan Desain Pintu kombinasi Aliran Atas dan bawah

2. Pola Operasi Pintu kombinasi Aliran Atas dan bawah

Tim Pelaksana

Ketua Tim                              :           Marasi Deon Joubert, ST, MPSDA

Pengendali Program           :           Winarsih

Pengendali Teknik              :           Ir. M. Muqorrobin

Anggota                                 :

Teguh Pamungkas, ST

Joko Triyono, STP

Bambang Misgiyanta, SST

Dewi Fitriana, ST

Djamburi

Radam

Deskripsi Kegiatan

Kondisi jaringan irigasi pada saat ini di lapangan sudah banyak yang mengalami kerusakan, baik akibat umur bangunan, kesesuaian lahan yang kurang tepat, kurang optimalnya operasi dan pemeliharaan, maupun karena masih kurangnya peran serta petani dan stakeholder dalam pengelolaan irigasi. Kondisi tersebut menyebabkan perlunya revitalisasi dan optimasi jaringan irigasi. Selain itu, ketersediaan air baik secara kualitas maupun kuantitas semakin menurun, sementara kebutuhan air semakin meningkat, sehingga penggunaan air diberbagai aspek kehidupan harus seefisien mungkin.

Terjadinya fenomena degradasi kinerja irigasi, akibat pengaruh simultan dari degradasi kondisi fisik dan fungsi jaringan yang terkait dengan kerusakan struktur jaringan irigasi dan salah satunya yaitu banyaknya pintu air yang rusak mengakibatkan masalah efisiensi atau kehilangan air di jaringan irigasi. Fenomena degradasi tersebut perlu di selesaikan dengan dilakukannya pengkajian teknis terhadap kriteria desain dan pengembangan bangunan irigasi, bangunan bagi proporsional dan pengembangan jenis pintu air. Hasil pengkajian dapat dipakai sebagai dasar dalam melakukan kegiatan revitalisasi dan optimasi jaringan irigasi.

Pengembangan terhadap bahan alternatif untuk pintu air telah dilakukan sejak tahun 2009. Berikut perkembangan yang dilakukan setiap tahunnya:

  • Tahun 2009, pengembangan bahan alternatif untuk pintu air dengan bahan Glass Fiber Reinforce Polymer (GFRP) dan Glass Fiber Reinforce Cement (GFRC) dan telah diterapkan di Daerah Irigasi (DI) Cimanuk, Garut.
  • Tahun 2010, pintu air GFRP dikembangkan dan mempunyai dua fungsi, yaitu pengatur pembagian air (regulator) dan pengukur aliran (measurement) diterapkan di DI Jatiluhur, Karawang dan Indramayu.
  • Tahun 2010, Balai Irigasi telah menerapkan lining saluran berbahan ferosemen dan boks tersier di Daerah Irigasi Cihea, Cianjur.
    • Tahun 2011, Lining saluran berbahan ferosemen diterapkan kembali di DI Jatiluhur, Karawang.
    • Tahun 2012, validasi uji hidrolis model bangunan bagi proporsional dengan pebandingan proporsi 1:2:1. Bangunan bagi proporsional ini juga direkomendasikan dalam Kriteria Perencanaan Irigasi 04 – Bangunan Tahun 2010.
    • Tahun 2014, pengembangan pintu air GFRP dengan elektromekanisnya, namun belum dilakukan pengembangan kontrol jarak jauh terhadap pintu tersebut dan termasuk pintu aliran bawah.

    Hasil identifikasi dan diskusi didapatkan irigasi di Indonesia kebanyakan menggunakan pintu sorong dalam pelaksanaan operasi jaringan irigasi nya. Pintu sorong ini termasuk dalam pintu pembilas bawah, yang mempunyai keunggulan tinggi muka air hulu dapat dikontrol dengan tepat, pintu bilas kuat dan sederhana, serta sedimen yang diangkut oleh saluran hulu dapat melewati pintu bilas. Selain beberapa keunggulan penggunaan pintu sorong, ada beberapa kelemahan pintu sorong dalam pelaksanaan operasi jaringan irigasi, yaitu kebanyakan benda – benda hanyut bisa tersangkut di pintu, dan yang paling utama kehilangan energi di hilir cukup besar, hal ini cukup berpengaruh besar dalam pemberian air irigasi.

    Pintu skot balok yang termasuk pintu dengan aliran atas, yang kehilangan energi nya cukup kecil juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya pemasangan dan pemindahan balok memerlukan banyak waktu serta ada kemungkinan tindak vandalisme atau dioperasikan oleh orang yang tidak berwenang.

    Berdasarkan kondisi tersebut, maka pada tahun 2015 kegiatan penelitian akan mencakup beberapa kajian untuk meneliti komponen struktur irigasi yang dapat digunakan untuk pengembangan sistem irigasi. Penelitian komponen struktur irigasi ini diperoleh dengan kombinasi aliran atas dan bawah dan penambahan elektromekanisnya. Kegiatan ini merupakan kelompok Teknologi Terapan untuk mendukung Irigasi Hemat Air. Output yang dihasilkan pada penelitian tahun 2015 adalah Naskah Ilmiah Pengembangan Pintu kombinasi Aliran Atas dan bawah, sedangkan untuk tahun selanjutnya sebagai berikut:

    • Tahun 2016 (Model fisik pintu kombinasi aliran atas dan bawah )
    • Tahun 2017 (R-0 pintu kombinasi aliran atas dan bawah )
    • Tahun 2018 (Naskah kebijakan Pemanfaatan pintu kombinasi aliran atas dan bawah)
Lampiran File https://irigasi.info/wp-content/uploads/2021/06/Laporan-Akhir-Penelitian-Komponen-Struktur-Jarigan-Irigasi-2015.doc
https://irigasi.info/wp-content/uploads/2021/06/Naskah-Ilmiah-Penelitian-Komponen-Struktur-Jarigan-Irigasi-2015.docx
https://irigasi.info/wp-content/uploads/2021/06/Executive-Summary-Penelitian-Komponen-Struktur-Jaringan-Irigasi-2015.pdf